Menjual properti bukan cuma soal memasang spanduk “Dijual”. Pembeli menilai harga, tampilan, kelengkapan surat, dan kredibilitas penjualnya sekaligus. Berikut lima hal yang perlu kamu siapkan, lengkap dengan hasil riset yang mendukungnya.
1. Harga: Tentukan Harga Realistis Sesuai Pasar Sekitar
Salah menetapkan harga di awal itu mahal. Studi atas penjualan rumah di Palm Beach, Florida (2006–2016) menemukan bahwa harga awal yang kurang tepat menurunkan peluang terjual, memperpanjang waktu di pasar, dan menurunkan harga jual akhir. Data Zillow menunjukkan pola serupa: rumah yang terjual hampir seketika hanya sekitar 1 persen di bawah harga tawar, sedangkan rumah yang dipasarkan sebelas bulan akhirnya terjual sekitar 12 persen di bawah harga tawar. repecprobuilder
Ada trade-off yang perlu dipahami. Penelitian di Journal of Real Estate Finance and Economics menemukan bahwa harga tawar yang lebih tinggi cenderung memperpanjang waktu pemasaran, meski bisa menaikkan harga jual. Jadi kalau tujuanmu cepat laku, harga yang dekat dengan pasar adalah pilihan yang lebih aman. Patokannya adalah pembanding properti sekitar, bukan perkiraan sendiri. ucf
2. Kondisi Properti: Bersih dan Batas Tanah Jelas
Properti yang rapi membantu pembeli membayangkan dirinya tinggal di sana. Survei NAR 2025 mencatat 49 persen agen penjual melihat bahwa penataan (staging) mempersingkat waktu rumah di pasar, dan 83 persen agen pembeli menyatakan staging memudahkan pembeli membayangkan rumah itu sebagai rumah mereka. narnar
Hasilnya memang tidak seragam. Studi yang dimuat di Journal of Housing Research (2015) menyimpulkan bahwa staging saja tidak membuat harga jual akhir lebih tinggi. Manfaat paling konsisten dari properti yang bersih dan rapi ada di daya tariknya bagi calon pembeli, bukan di kenaikan harga otomatis. Fox News
Soal batas tanah, kejelasan fisik dan legalitasnya penting. Jika objek jual beli berstatus sengketa, PPAT tidak dapat menerbitkan Akta Jual Beli. Batas tanah yang jelas membantu mencegah sengketa semacam itu. fortuneidn
3. Dokumentasi: Foto Properti yang Baik dan Deskripsi yang Jelas
Foto adalah hal pertama yang dilihat calon pembeli. Penelitian Benefield, Cain, dan Johnson (2011) menunjukkan bahwa penambahan foto meningkatkan harga, tetapi juga cenderung memperpanjang masa pemasaran. Kemungkinan penyebabnya, foto memberi pembeli lebih banyak informasi untuk dipertimbangkan, sehingga proses keputusan bisa lebih lambat. Pembeli yang sudah melihat kondisi sebenarnya biasanya lebih serius saat datang survei. scholarhubnar
Praktiknya: ambil foto yang menggambarkan properti apa adanya. Porsi foto interior sebaiknya lebih banyak. Periset menyarankan rasio sekitar empat sampai lima foto interior untuk satu foto eksterior. Tulis deskripsi yang jujur dan lengkap: luas tanah dan bangunan, jumlah kamar, legalitas, dan lokasi. nar
4. Berkas Properti: Pastikan Lengkap
Dokumen yang lengkap mempercepat proses dan menumbuhkan rasa percaya pembeli. Dokumen utama yang biasanya diperiksa:
- Sertifikat tanah dan bangunan (SHM, SHGB, atau SHP). Ini dokumen kepemilikan utama yang perlu dipastikan keberadaannya. detik
- PBG/IMB. PBG adalah pengganti IMB dan menjadi bukti bahwa bangunan di atas tanah tersebut berizin. Menurut Kementerian PUPR, IMB penting untuk menghindari denda atau pembongkaran paksa. detikfortuneidn
- Bukti pembayaran PBB. Bukti PBB tahunan menunjukkan pemilik sebelumnya rutin membayar pajak, dan pembeli biasanya meminta bukti beberapa tahun terakhir. detik
- Akta Jual Beli (AJB). Akta ini dibuat saat transaksi selesai, dan pembuatannya melibatkan PPAT atau notaris. detik
Siapkan juga bayangan biaya pajaknya: penjual membayar PPh, sedangkan pembeli membayar BPHTB. Jika kamu sudah menikah, surat persetujuan suami/istri juga dibutuhkan saat pembuatan AJB. hukumonlinefortuneidn
5. Agen Profesional: Pilih yang Tepat
Agen yang berpengalaman membantu dari penentuan harga, pemasaran, sampai negosiasi dan urusan legalitas. Tapi riset menunjukkan bahwa kualitas agennya yang menentukan. Studi Federal Reserve Bank of Atlanta mendapati bahwa hasil penjualan sangat bervariasi antar agen: selisih waktu terjual antar agen bisa mencapai 17–25 hhari pada rentang tengahnya. Karena itu, tanyakan track record agen, cara pemasarannya, dan bagaimana ia menentukan harga. fedinprint
Penutup
Harga realistis, properti yang terawat, dokumentasi yang jelas, berkas yang lengkap, dan agen yang tepat saling melengkapi. Mau tahu kisaran harga propertimu? Konsultasikan dengan Harcourts Semarang:
- Website: harcourts.co.id/agency/harcourts_semarang
- Instagram: harcourts.semarang
- WhatsApp: 0819 0127 2557