Solo Raya sedang berubah. Kawasan yang dulu dianggap sebagai daerah pinggiran kini perlahan menjadi pusat pertumbuhan baru. Perumahan semakin banyak, akses semakin mudah, kawasan komersial terus berkembang, dan harga tanah ikut bergerak naik.

Bagi calon pembeli rumah maupun investor properti, kondisi ini menghadirkan satu pertanyaan besar:

Apakah sekarang masih menjadi waktu yang tepat untuk membeli properti di Solo Raya?

Jawabannya bisa jadi iya—tetapi bukan berarti semua lokasi memiliki potensi yang sama.

Harga Tanah Solo Raya Terus Bergerak Naik

Perkembangan pasar properti Solo Raya menjadi semakin menarik setelah REI Komisariat Soloraya menyebut harga tanah perumahan di wilayah aglomerasi Soloraya mengalami kenaikan sekitar 12% hingga 20% per tahun. Kenaikan tersebut terutama terjadi di lokasi-lokasi yang memiliki akses dan potensi pengembangan kawasan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa mencari properti bukan lagi sekadar soal menemukan rumah dengan harga murah.

Lokasi menjadi semakin penting.

Tanah yang saat ini terlihat mahal bisa saja menjadi lebih mahal beberapa tahun ke depan apabila berada di kawasan yang terus berkembang.

Sebaliknya, tanah yang murah belum tentu menjadi investasi yang menarik apabila akses, fasilitas, dan perkembangan kawasannya berjalan lambat.

Colomadu: Salah Satu Kawasan yang Semakin Diperhitungkan

Salah satu nama yang semakin sering muncul dalam pembicaraan mengenai properti Solo Raya adalah Colomadu.

Lokasinya yang berdekatan dengan Kota Solo dan memiliki akses menuju berbagai kawasan strategis membuat Colomadu semakin menarik bagi pengembang maupun pencari hunian.

Bahkan, perkembangan kawasan baru terus bermunculan. Pada Agustus 2026, proyek Solo Urbana Bolon di Colomadu diperkenalkan sebagai pengembangan baru yang melanjutkan kawasan Solo Urbana City.

Tidak mengherankan jika Colomadu kini mulai dilihat bukan hanya sebagai kawasan tempat tinggal, tetapi juga sebagai salah satu titik pertumbuhan properti Solo Raya.

Solo Baru dan Sukoharjo Masih Menjadi Pilihan Favorit

Jika Colomadu berkembang di sisi barat Solo, kawasan Solo Baru dan sekitarnya menjadi salah satu magnet utama di bagian selatan.

Kawasan ini memiliki kombinasi antara hunian, pusat perbelanjaan, kuliner, fasilitas kesehatan, sekolah, dan area komersial.

Bagi keluarga muda, kawasan seperti Solo Baru, Grogol, Baki, dan Gentan menawarkan alternatif hunian dengan pilihan harga dan tipe properti yang cukup beragam.

Data listing properti terkini juga menunjukkan Solo Baru dan Gentan termasuk area yang memiliki banyak pilihan rumah di pasar.

Jangan Lupakan Karanganyar dan Gondangrejo

Perkembangan properti Solo Raya juga mulai bergerak semakin luas.

Gondangrejo, misalnya, telah menjadi lokasi pengembangan kawasan hunian berskala besar. Solo Urbana City dikembangkan di area sekitar 25 hektare, menunjukkan adanya kepercayaan pengembang terhadap potensi kawasan tersebut.

Hal menariknya adalah pola perkembangan seperti ini dapat menciptakan efek domino.

Ketika sebuah kawasan mulai memiliki perumahan, fasilitas, akses jalan, dan aktivitas ekonomi, area di sekitarnya biasanya ikut mendapatkan perhatian pasar.

Inilah yang membuat investor properti perlu melihat potensi kawasan, bukan hanya kondisi hari ini.

Rumah Dua Lantai Mulai Menjadi Tren

Selain lokasi, tren desain rumah juga mengalami perubahan.

Rumah dua lantai menjadi salah satu tipe hunian yang diminati di Solo Raya. Tren ini cukup masuk akal karena harga tanah yang semakin meningkat membuat pemilik rumah perlu memaksimalkan luas bangunan tanpa harus membeli lahan yang jauh lebih besar.

Dengan tanah yang relatif terbatas, rumah dua lantai memungkinkan keluarga mendapatkan ruang yang lebih banyak dalam footprint tanah yang sama.

Karena itu, rumah dua lantai di lokasi strategis berpotensi menjadi salah satu segmen yang menarik untuk diperhatikan. Tren ini sebelumnya juga terlihat dalam pasar properti Solo Raya.

Apakah Harus Membeli Properti Sekarang?

Pertanyaan ini sebenarnya tidak bisa dijawab hanya dengan “beli” atau “tunggu”.

Jika properti yang ditawarkan berada di lokasi strategis, legalitasnya jelas, aksesnya baik, dan harganya masih masuk akal dibandingkan properti di sekitar, menunda terlalu lama juga memiliki risiko.

Mengapa?

Karena ketika harga tanah terus meningkat, selisih harga beberapa tahun ke depan bisa jauh lebih besar daripada kenaikan harga yang terlihat saat ini.

Namun, pembeli tetap perlu berhati-hati.

Jangan membeli hanya karena takut ketinggalan tren.

Properti adalah aset bernilai besar. Lokasi, legalitas, akses, lingkungan, harga pasar, dan tujuan pembelian harus diperiksa terlebih dahulu.

5 Hal yang Wajib Dicek Sebelum Membeli Properti di Solo Raya

1. Cek akses jalan

Jangan hanya melihat jarak di Google Maps. Datang langsung dan lihat kondisi jalan, lebar jalan, akses kendaraan, serta kemungkinan perkembangan jalan di masa depan.

2. Bandingkan harga sekitar

Cari beberapa properti di radius yang sama. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui apakah harga yang ditawarkan tergolong wajar atau terlalu tinggi.

3. Periksa legalitas

Pastikan sertifikat, status tanah, perizinan, dan dokumen lainnya jelas sebelum melakukan transaksi.

4. Lihat perkembangan kawasan

Cari tahu apakah di sekitar lokasi terdapat rencana pembangunan perumahan, pusat komersial, fasilitas pendidikan, kesehatan, atau infrastruktur baru.

5. Tentukan tujuan pembelian

Rumah untuk ditinggali memiliki pertimbangan berbeda dengan tanah untuk investasi.

Jika untuk hunian, kenyamanan dan akses sehari-hari menjadi prioritas.

Jika untuk investasi, potensi kenaikan nilai, permintaan pasar, dan likuiditas perlu diperhatikan.

Solo Raya Bukan Lagi Sekadar Kota Solo

Perubahan paling menarik dari pasar properti Solo Raya adalah semakin luasnya kawasan yang menjadi perhatian.

Dulu pencari rumah mungkin hanya fokus pada Kota Solo.

Sekarang pilihan semakin melebar ke:

Colomadu – Kartasura – Solo Baru – Gentan – Grogol – Baki – Gondangrejo – Karanganyar – Boyolali dan kawasan lainnya.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa Solo Raya sedang mengalami proses ekspansi kawasan perkotaan.

Bagi calon pembeli, ini berarti semakin banyak pilihan.

Bagi investor, ini berarti semakin banyak peluang untuk menemukan kawasan yang masih berada pada tahap awal pertumbuhan.